Artikel
image

Bagaimana Memarahi Anak Ketika Anak Berbuat Salah?

avatar Ustadz Dr. Sufyan Baswedan,MA
Feb 05, 2026

Pertanyaan :

Bagaimana kalau orang tua sudah terlanjur melakukan dosa kepada
anaknya, contohnya sering memarahi anak karena anaknya tidak nurut, misal tidak mau
mengaji atau sholat? Apakah perlu saya sebagai orang tua melakukan shalat taubat
terkhusus buat anak? Dan doa-doa apa saja untuk anak biar anak jadi sholeh? Ikhtiyarnya
apa saja?

Jawaban :
Jika kemarahan seseorang sudah berlebihan—bukan sekadar sesekali, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari sampai hampir setiap hari memarahi anak—dan ia ingin menghentikan kebiasaan yang kurang tepat tersebut, maka itu hal yang baik. Ia boleh melaksanakan shalat taubat sebagai bentuk kesempurnaan taubatnya.

Langkah berikutnya adalah meminta maaf kepada anak. Jika kemarahan kita membuat mereka ketakutan atau merasa minder, jangan sombong dan jangan gengsi untuk meminta maaf. Tunjukkan bahwa kita benar-benar menyesal telah sering marah-marah, dan sampaikan bahwa sebenarnya semua itu didorong oleh keinginan kita agar mereka menjadi anak yang baik.

Pada dasarnya, tidak ada kemaslahatan dari kemarahan itu sendiri, kecuali harapan agar anak terbiasa beribadah. Ketika waktu ibadah, maka beribadah. Ketika waktu bermain, silakan bermain. Artinya, waktu harus dibagi dengan baik.

Jangan sampai kita menuntut banyak dari anak, tetapi tidak memberi mereka kesempatan untuk melepas kejenuhan dengan bermain. Bermain itu hal yang normal, selama permainannya bukan permainan yang merusak.

Hal yang perlu diwaspadai adalah kecanduan gadget atau ponsel. Apalagi jika sudah terhubung dengan internet, dampaknya bisa berbahaya. Karena itu, alihkan anak pada permainan yang bersifat motorik, yang merangsang gerak tubuh dan membuat mereka aktif secara fisik.

Permainan tradisional seperti layangan, meskipun terkesan jadul, justru bagus. Itu lebih aman dibandingkan anak terus bermain gadget, PlayStation, atau game online—terutama yang online—karena sangat mudah menimbulkan kecanduan. Sebisa mungkin, arahkan anak pada aktivitas bermain yang melibatkan fisik mereka, dan berikan waktu khusus untuk itu.

Namun, ketika waktu shalat tiba, mereka wajib shalat. Bahkan sebelum azan berkumandang, mereka sudah diingatkan untuk berhenti bermain dan bersiap-siap. Demikian juga ketika waktu mengaji, mereka harus didisiplinkan untuk mengaji.

Intinya, pendekatan yang digunakan jangan dengan marah-marah, tetapi dengan nasihat yang lembut dan bertahap. Jika perlu, boleh juga diberi motivasi berupa hadiah, misalnya, “Kalau kamu bisa mengaji rutin setiap hari, nanti akan diberi hadiah.”

Allahu ta'ala 'alam
(Di nukil dari dauroh “Fiqih Keluarga”)

277
image
Pengunjung
Akun